Selalu Ada Rencana Tuhan Yang Indah

Alkisah, ada seorang pemburu yang tengah memburu mangsanya di hutan. Namun, karena suatu sebab, ia mengalami kecelakaan. Bukannya mendapatkan buruan, ia malah mendapatkan musibah terperosok ke dalam lubang jebakan yang dibuat oleh pemburu lainnya. Kakinya pun terluka parah sehingga harus diamputasi sebatas paha. Tentu, ia bersedih. Bukan karena sekadar kehilangan kaki, tapi karena kini ia mengalami kesulitan dalam berburu mangsa di hutan. Apalagi, hanya dari berburu itulah ia bisa menghidupi keluarganya. Sebab, sebelum kejadian itu, ia selalu menjual sebagian besar buruannya ke pasar dan mendapatkan uang yang cukup untuk memberi makan keluarganya. Hari demi hari berlalu, waktu demi waktu berjalan. Meski berusaha sekuat tenaga untuk bisa pulih dan kembali berburu dengan bantuan kaki palsu, ia tak bisa selincah dulu lagi. Sehingga, si pemburu itu pun tak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya seperti dulu. Beruntung, keluarganya selalu mendukungnya.

Maka, untuk menambal kebutuhan hidup, mereka pun bercocok tanam dan berkebun di ladang yang selama ini kurang dimaksimalkan. Bahu-membahu mereka saling bantu. Di tengah kesedihannya karena tak bisa berburu, pelan tapi pasti si pemburu kini mulai menemukan semangat baru. Apalagi, keluarganya pun ikut membantu. Sehingga, tanpa dirasa, hasil tanaman dan panenan kebun itu ternyata cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bahkan, karena makin mahir dan tahu teknik terbaik, hasilnya pun makin lama makin berlimpah. Tanpa terasa, waktu berlalu. Si pemburu dan keluarganya kini menjadi petani yang sukses. Mereka hidup berkecukupan dari hasil berkebun. Bukan itu saja. Jika dulu sering meninggalkan keluarga karena harus berburu selama beberapa lama di hutan, kini si pemburu selalu berada dekat dengan keluarganya. Ia bebas bercanda dan mendidik anaknya sehingga semua tumbuh dengan sehat. Karena itulah, meski dulu sangat menyesal kakinya cacat ketika berburu dulu, kini si pemburu berterima kasih pada nasib. Sebab, dengan kondisi saat ini, ia malah makin dekat dengan keluarga dan makin bisa membahagiakan mereka karena bisa selalu berada dekat dengan istri dan anaknya.

Itulah sepenggal kisah "keindahan" di balik musibah. Si pemburu yang menyesal kakinya harus hilang dan tak bisa lagi berburu, ternyata mendapat "skenario" indah dalam kehidupannya. Ia malah bisa lebih bahagia saat menjadi petani tanpa harus meninggalkan keluarganya ke hutan. Melalui kisah ini, kita bisa belajar, bahwa:Setiap Cobaan Yang Hadir Dalam Hidup KIta di dalamnya Selalu Ada Rencana Tuhan Yang Indah.














You, Ingpangkey, Yuyun Christiani and 5 others

Antara Tembok & Jembatan

Janganlah membangun TEMBOK karena akan membuat kita terpisah......

Tetapi bangunlah JEMBATAN, agar kita senantiasa terhubungkan 2 orang kakak beradik, semula hidupnya sangat rukun, tetapi akhirnya jatuh dalam pertengkaran serius, hanya karena kesalah pahaman kecil diantara keduanya. Padahal selama 40 tahun mereka hidup damai harmonis berdampingan, tanpa pernah ada konflik menegangkan di antara keduanya.

Suatu pagi, lewatlah seorang tukang kayu, mengetuk rumah sang kakak. Maaf tuan, saya sedang mencari pekerjaan, kata pria itu dengan ramah. “Barangkali tuan berkenan memberikan sebuah pekerjaan untuk saya selesaikan.”
Oh ya! jawab sang kakak. “Saya punya pekerjaan untukmu. Kau lihat ladang di seberang sungai sana. Itu adalah rumah tetanggaku…. ah sebetulnya ia adalah adikku."

“Minggu lalu ia mengeruk bendungan, lalu mengalirkan airnya ke tengah padang rumput itu, sehingga menjadi sungai yang memisahkan tanah kami."
“Hmm, barangkali ia memang sengaja ingin mengejekku, tapi aku akan memberinya balasan yang setimpal."

Di situ ada gundukan kayu, aku ingin kau membuat pagar setinggi 10 meter untukku, sehingga aku tidak perlu lagi melihat rumahnya. Pokoknya, aku ingin melupakannya” ungkap sang kakak kepada tukang kayu itu.
Kata tukang kayu, “Saya mengerti Tuan. Akan saya kerjakan sesuatu yang bisa membuat tuan merasa berbahagia.” Sang kakak meninggalkan tukang kayu itu untuk bekerja sendirian.

Di sore hari, ketika ia kembali, tukang kayu itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Betapa kagetnya dia begitu melihat hasil pekerjaan tukang kayu itu.
Sama sekali tidak ada pagar kayu sebagaimana yang dimintanya. Yang ada malah sebuah jembatan kayu yang melintasi sungai yang menghubungkan ladang pertaniannya dengan ladang milik adiknya. Jembatan itu tampak begitu indah dengan dekorasi yang tertata rapi.

Dari seberang, terlihat sang adik bergegas menaiki jembatan itu dengan kedua tangannya terbuka lebar. “Kakakku, kau sungguh baik hati mau membuatkan jembatan ini. Padahal sikap dan ucapanku telah menyakiti hatimu. Maafkan aku, Kak”. 2 bersaudara itu pun bertemu di tengah jembatan, saling berjabat tangan dan berpelukan...... Selisih paham dan curiga akhirnya luntur di tengah jembatan.
Api amarah dan kebencian di antara keduanya telah padam, digantikan dengan hangatnya jalinan tali kasih.

Melihat itu, tukang kayu pun membenahi perkakasnya dan bersiap untuk pergi. “Hai, jangan pergi dulu. Tinggallah beberapa hari lagi. Kami punya banyak pekerjaan untukmu,” pinta sang kakak.
“Sesungguhnya saya ingin sekali tinggal di sini,” kata tukang kayu, tapi masih banyak jembatan lain yang harus segera saya selesaikan......

Jadi......mari kita bangun lebih banyak jembatan... JEMBATAN KASIH selagi masih diberikan kesempatan oleh Tuhan karena hidup terasa indah ditengah suasana yg harmonis, tenang dan damai. Semoga Bermanfaat.





Sumber: Pak Sanyoto

Coba Renungkan (1)

Ada seorang pemuda yang rajin berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan. Namun, doanya tak kunjung terkabul. Sebulan sudah berlalu dan doanya belum kunjung terjawab tetapi dia tetap setia berdoa. Hingga hampir satu tahun dia berdoa, belum dijawab juga.

Dia melihat teman kantornya, orang yang biasa saja dan tidak istimewa. Beribadah pun jarang, kelakuan sering tidak benar, bohong sana-sini. Namun, apa yang dia doakan semuanya dipenuhi.

Pemuda ini heran dan bingung, akhirnya dia datang kepada Bapaknya, menceritakan masalah doa ini. Bapaknya tersenyum dan bertanya kepada dia: "Jika kamu ke tempat makan, sedang duduk makan dan minum, kemudian datang pengamen yang tampilannya urakan, main gitar juga tidak benar, suara fals. Bagaimana reaksimu ?"
Pemuda ini langsung menjawab: "Saya langsung memberi uang kepada pengamen itu supaya cepat pergi karena tidak tahan melihat dan mendengarkan dia lama-lama menyanyi di situ, suaranya fals pula"

Bapaknya bertanya lagi: "Jika pengamennya rapi, main musiknya enak, suaranya enak, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana?"
Pemuda itu menjawab: "Wah.. Jika begitu saya dengarkan dulu sampai habis baru diberi uang. Jika perlu minta dia menyanyikan lagu lainnya. Pasti saya memberikan uang yang lebih banyak daripada pengamen yang sebelumnya"

Bapaknya tersenyum dan berkata: "Begitulah nak, ketika Tuhan melihat engkau taat dan setia datang kepadaNya, DIA betah mendengarkan doamu dan melihatmu. Tuhan rindu untuk sering bertemu denganmu dalam waktu yang lama. Bagi Tuhan memberikan apa yang kamu suka sangatlah gampang. Namun, DIA rindu untuk menahan kamu lebih lama, supaya lebih intim dengan DIA. Dan di akhirnya nanti, apa yang akan kamu dapatkan jauh lebih besar dan indah dari apa yang kamu minta pada waktuNya. Jika doamu cepat dikabulkan, apa kamu bisa sedekat ini dengan Tuhan?






Kebenaran

Jika kebenaran sedikit dilanggar, pelan-pelan akan menjadi pembenaran, dikemudian hari akan menjadi kebiasaan DAN akan menjadi KEBENARAN (type 2).


Kebenaran type 2 yang banyak berkembang di masyarakat dunia saat ini, di dalamnya mungkin memang ada kebenaran sedikit (hasil manipulasi, bias) tapi kebenaran type 2 di dalamnya mengandung benang kesalahan awal dosa yang mengarah menjauhi Kebenaran Tuhan Alam Semesta.

Pelanggaran sekecil apapun dari Tuhan Sang Pencipta akan menghadirkan roh-roh dunia di dalam kehidupan, akan ada tanda ketidak normalan dalam kehidupan.

Kebenaran type 2 biasa di sebut dengan doktrin, pelanggaran kebenaran yang di anggap kebenaran baru yang dianggap sama atau lebih benar daripada kebenaran awal dari Tuhan.

Doktrin biasa dikenal dalam gereja, tapi ingat dalam hidup bermasyarakat ada juga kebenaran type 2 dengan nama yang berbeda yaitu hukum, hukum ada yang benar, ada juga kebenaran type 2. Ada juga kebenaran type 2 dalam aturan keluarga, adat istiadat, tradisi dan aturan lain-lain.

Hidup manusia di dunia adalah anugerah Sang Pencipta yang ditetapkan dengan KebenaranNya. Hidup manusia dalam Kebenaran Tuhan adalah kewajiban, walau ada pilihan dalam manusia, hal ini perlu disadari. Ketaatan dan pelanggaran dari KebenaranNya ada konsekuensinya.

Saat Kebenaran Tuhan akan terbukti bukanlah kebenaran type 2 adalah saat kita meninggal. Kita akan berada di suatu tempat dari 2 pilihan yaitu ditempat bersama Tuhan atau dunia orang mati.

Apakah kita sudah hidup dalam kebenaran Tuhan? atau kebenaran type 2?

Kebenaran type 2 adalah kebenaran bias atau manipulasi. Kebenaran yang bukan dituntun oleh Tuhan. Memang ada sebagian kebenaran didalamnya tetapi ada ciri dan perbedaan dari kebenaran Tuhan, yaitu ada kecelakaan di dalamnya. Pertama akan menjadi sukcita, selanjutnya akan terjadi yang tidak beres dan endingnya akan hancur. Dan lebih parah lagi si manusia tersebut tidak akan menyadarinya. Kebenaran type 2 ada kekuatan yang tidak terlihat yang mengikat dan menghipnotis penganutnya. Sekali beriman dan percaya pada kebenaran type 2, akan berkembang pelanggarannya, cuma anugerah Tuhan yang bisa membebaskannya.

Roh dunia akan selalu memanipulasi manusia supaya jiwa manusia tidak kembali pada Tuhan, kebeneran kebaikan bantuan apapun dapat diberikan oleh roh dunia, sedikit pelanggaran kebenaran Tuhan akan membuat roh dunia mengambil ahli kehidupan seseorang.

Dont wait until u dead to live with The Truth of God.Kebenaran Tuhan adalah Kekal, dari awal sampai akhir dunia TIDAK AKAN BERUBAH, ada ciri dan perbedaan Kebenaran Tuhan or kebenaran type 2, ada Suara Tuhan dalam setiap jiwa manusia, try to listen. Wish we can meet again in God place after this life. God Bless...








Anak Kecil

Suatu ketika terlihat dua anak kecil kakak beradik sedang berebut sebuah mainan di depan teras rumah. Mereka memperebutkan sebuah mainan robot-robotan.

“Mainan ini miliku!” kata anak itu sanbil menarik mainan robot yang di pegang adiknya.
“Adik pinjam sebentar!” kata sang adik sambil memegang mainan tersebut.
“Ga boleh, kakak mau main!” kata sang kakak. Karena tidak sabar, sang kakak mulai memukul kepala sang adik.
“Waaaaaaaaaaa, kakak jahat, kakak jahat!” sang adik menangis dan berlari menuju ibunya. Sang Ibu terlihat berusaha mendiamkan dengan mencarikan mainan pengganti.
Tak lama kemudian, sang adik mendekati kakaknya, dan memamerkan mainan barunya kepada kakaknya.
“Mainanku lebih bagus!” dengan bangga sang adik berbicara kepada kakaknya.
“Ah, biasa aja! Yuk main bareng!” ajak sang kakak kepada adiknya.
Kemudian sang adik bermain bersama kakaknya kembali dengan canda dan tawa. Sang adik melupakan rasa sakitnya karena dipukul oleh kakaknya tadi.

Note:
Seharusnya kita malu kepada sikap anak-anak kecil. Mereka mudah sekali melupakan dan memaafkan kesalahan saudaranya sendiri. Tidak butuh waktu lama mereka untuk akur kembali. Bahkan mereka tidak membutuhkan kata maaf dari saudaranya.
Sungguh beda dengan diri kita. Berat sekali kita memaafkan kesalahan seseorang. Jangankan yang belum meminta maaf, yang sudah meminta maafpun kita merasa berat untuk memberikan kata maaf. Bahkan kita enggan menatap wajahnya. Memendam kemarahan hingga bertahun-tahun. Tanpa sadar kita telah memendam banyak bara amarah dalam diri kita.

Sahabatku, belajarlah utuk mudah memaafkan orang lain. Lupakanlah kesalahan mereka dan sebaliknya ingatlah selalu jasa mereka. Buanglah benih-benih amarah dalam diri kita dengan pemberian maaf yang tulus dan ikhlas. Bahkan ketika mereka belum meminta maaf kepada kita. Yakinlah, suatu saat anda akan terkejut, bahwa hidup ini ternyata sungguh jauh lebih indah dari biasanya karena ada damai dan sukacita ketika kita saling memaafkan.



Thanks for sharing Nathania


Mengapa Orang Jenius Seperti Bangsa Yahudi Tidak Percaya Pada Yesus Kristus Adalah Tuhan

Karena untuk Percaya dan Ber-iman tidak-lah bergantung pada PINTAR-nya seseorang. Kadang kala orang pinter dan jenius secara lahiriah jasmani, tetapi secara rohani, TIDAK. Mungkin kita pernah bertemu dengan seseorang yang pandai memberikan pidato disana sini sangat hebat tetapi ketika disuruh berdoa tidak bisa berbuat banyak, ini salah satu contoh bahwa orang bisa jenius secara jasmani, tetapi TIDAK secara ROHANI.

Jadi untuk percaya pada Tuhan Yesus Kristus tidak-lah tergantung pada jenius atau tidak jenius jasmani seseorang, tetapi memang orang jenius jasmani jika percaya pada Yesus Kristus bisa dituntun oleh Tuhan untuk berbuat banyak hal, yang sangat luar biasa. 

Contoh:  Paulus. Petrus dan Yohanes secara pendidikan jasmani mereka tidak tinggi, mereka adalah ex Nelayan tetapi mereka belajar dari Tuhan Yesus Kristus secara Rohani maka mereka menjadi Para Rasul yang luar biasa.Tetapi tidak jaminan bahwa seseorang yang jenius secara jasmani pasti bisa percaya pada Tuhan Yesus Kristus.

Kalau kita melihat dari sudut pandang Allah bahwa Iman adalah Anugerah, Karunia.


Siapapun kita sejenius apapun kita, jika Bapa tidak menarik, kita tidak akan bisa beriman dan percaya pada Yesus Kristus, ANUGERAH.




Beriman pada Kristus adalah Karunia Bapa. Seseorang yang bertobat dalam arti percaya pada Yesus, pada Penebusan Yesus Kristus adalah Karunia Allah, bukan bukan usaha kita. Bagi kita yang bisa percaya pada Yesus Kristus, bukan-lah hebatnya kita. Tapi Karena Allah menarik kita dan mengaruniakan Iman, maka Iman itu sendiri adalah ANUGERAH. Jika ada seribu orang pinter jenius pun, jika Allah tidak mengaruniakan atau Allah tutup pintu Kebenaran pada mereka, mereka tidak akan ber-Iman pada Kristus.



Bagi kita yang sudah percaya, Marilah kita mengucap Syukur kepada Allah atas Kasih Karunia, Anugerah yang diberikan kepada kita orang percaya. 

Lalu untuk apa kita percaya kalau memang harus Allah yang tarik sendiri? Masalahnya kita tidak pernah tahu kita ditarik Allah atau tidak, kita hanya bisa bertindak yang menjadi bagian kita sebagai manusia yaitu memberitakan Firman Tuhan, menjadi Terang dan Garam Dunia, selebihnya Allah akan bertindak Bagian-Nya.









Polikarpus

 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Polikarpus dari Smirna, mati sebagai martir sekitar usia 87 tahun. Sekitar 155–167 Masehi merupakan uskup Gereja di Smirna (sekarang adalah daerah Izmir di Turki) pada abad ke 2. Ia ditikam dan mati sebagai martir setelah usaha untuk membakarnya hidup-hidup pada tiang pancang gagal. Polikarpus dikenal sebagai seorang Santo oleh Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur. Menurut kisah, Polikarpus adalah murid langsung dari Yohanes yang merupakan penulis Injil Yohanes. Kira-kira 40 tahun sebelumnya, ketika Polikarpus memulai pelayanan sebagai uskup, seorang Bapa Gereja Ignatius telah menulis surat khusus untuknya. Polikarpus telah menulis surat untuk orang-orang Filipi. Meskipun surat tersebut tidak begitu cemerlang ataupun merupakan pendapatnya sendiri, namun mengandung unsur-unsur kebenaran yang ia pelajari dari para gurunya. Polikarpus tidak mengulas Perjanjian Lama, seperti orang-orang Kristen yang muncul kemudian tetapi ia menyitir para rasul dan pemuka gereja lainnya untuk meyakinkan orang-orang Filipi.
Kira-kira satu tahun sebelum kemartirannya, Polikarpus berkunjung ke Roma untuk menyelesaikan perbedaan pendapat tentang tanggal Hari Raya Paskah dengan Uskup Roma. Ada cerita yang mengisahkan bahwa ia terlibat dalam perdebatan dengan Marcion yang ia juluki Anak sulung setan. Ajaran-ajaran para rasul yang ditampilkannya telah membuat beberapa pengikut Marcion bertobat.

Polikarpus dan Papias
Polikarpus adalah sahabat dari Papias (Irenaeus V.xxxii) yang termasuk Pendengar Yohanes yang lain, seperti interpretasi Ireneus dari kesaksian Papias dan sebuah surat Ignatius dari Antiokhia. Ignatius mengirimkan surat kepadanya dan menyebutkan namanya pada surat kepada jemaat Efesus dan Magnesia. Murid Polikarpus yang paling dikenal adalah Ireneus yang menulis sejumlah kenangan mengenai Polikarpus dan menjadi mata rantai yang menghubungkannya dengan rasul-rasul terdahulu.
Ireneus menceritakan bagaimana dan kapan ia menjadi seorang Kristen. Ia menyatakan pada bagian awal suratnya kepada Florinus bahwa ia bertemu dan mendengarkan Polikarpus secara pribadi di Asia Kecil. Pada keterangan-keterangan selanjutnya, ia mencatat hubungan Polikarpus dengan Yohanes Sang Penginjil dan dengan orang-orang lain yang telah bertemu Yesus. Ireneus juga melaporkan bahwa Polikarpus menerima Kristus oleh ajaran para rasul sendiri, ditahbiskan menjadi seorang uskup dan berkomunikasi dengan banyak orang yang telah bertemu dengan Yesus. Menjelang mati martir Polikarpus, ia memberitahukan sendiri usia ketika ia mati dengan mengucapkan kalimat, "Delapan puluh enam tahun aku telah melayani Dia" yang kemudian dimengerti bahwa ia telah berusia 86 tahun pada saat itu dan telah dibaptiskan ketika masih bayi.

Kunjungan ke Anisetus, Uskup Roma
Polikarpus mengunjungi Roma saat sahabat Syria-nya yang bernama Anisetus menjadi uskup Gereja Roma sekitar tahun 150 atau 160-an Masehi. Mereka berdua merayakan perayaan Paskah Kristen secara berbeda. Polikarpus mengikuti praktek Timur dalam merayakan Paskah yaitu pada 14 bulan Nisan yang bertepatan dengan Paskah Yahudi tanpa memperhatikan pada hari apa Paskah itu jatuh.

Tulisan-tulisan dan catatan-catatan awalnya
Seluruh karya yang tersisa adalah suratnya kepada jemaat Filipi yang merupakan kepingan keterangan kepada Perjanjian Baru. Surat itu dan sebuah catatan Polikarpus mengenai mati martir Martyrdom of Polycarp ditemukan sebagai surat berantai dari Gereja Smirna kepada Gereja-gereja Pontus. Surat-surat tersebut membentuk kumpulan tulisan-tulisan dari Bapa Gereja Apostolik untuk menegaskan kedekatan mereka dengan Para Rasul dalam Tradisi Gereja. Mati martir diyakini sebagai daftar catatan asli Para Martir Kristen yang ditulis paling awal dan merupakan salah satu dari sedikit catatan asli dari tahun-tahun penganiayaan Kristen.

Akhir hidup
Kisah akhir hidup Polikarpus dicatat dalam surat dari jemaat di Smirna yang dinamai The Martyrom of Polycarp, Kematian Martir Polikarpus.
Karena orang-orang Kristen menolak menyembah kaisar dan dewa-dewa Romawi tetapi memuja Kristus secara sembunyi-sembunyi di rumah masing-masing mereka dianggap orang kafir. Orang-orang Smyrna memburu orang-orang Kristen dengan pekikan, Enyahkan orang-orang kafir. Polikarpus, uskup yang disegani di kota itu, diburu oleh prajurit Smyrna. Para prajurit itu sudah mengirim orang-orang Kristen lainnya untuk dibunuh di arena, kini mereka menghendaki sang pemimpin. Polikarpus telah meninggalkan kota itu dan bersembunyi di sebuah ladang milik teman-temannya. Bila pasukan mulai menyergap, ia pun melarikan diri ke ladang lain. Meskipun hamba Tuhan ini tidak takut mati dan memilih berdiam di kota, teman-temannya mendorongnya bersembunyi. Mungkin karena mereka takut kalau-kalau kematiannya akan memengaruhi ketegaran Gereja.
Ketika polisi mendatangi ladang pertama, mereka menyiksa seorang budak untuk mencari tahu tentang Polikarpus. Kemudian mereka menyerbu dengan senjata lengkap untuk menangkap Uskup itu. Meskipun ada kesempatan lari, Polikarpus memilih tinggal di tempat dengan tekad, Kehendak Allah pasti terjadi. Di luar dugaan, ia menerima mereka seperti tamu, memberi mereka makan dan meminta izin selama satu jam untuk berdoa. Ia berdoa dua jam lamanya. Beberapa penangkap merasa sedih menangkap orang tua yang begitu baik. Dalam perjalanan kembali ke Smyrna, kepala prajurit yang memimpin pasukan itu berkata, Apa salahnya menyebut Tuhan Kaisar dan mempersembahkan bakaran kemenyan? Dengan tenang Polikarpus mengatakan bahwa ia tidak akan melakukannya. Gubernur Romawi yang mengadili berusaha mencarikan jalan keluar untuk membebaskan Uskup tua itu. Hormatilah usiamu Pak Tua, seru gubernur Romawi itu. Bersumpahlah demi berkat Kaisar. Ubahlah pendirianmu serta berserulah, Enyahkan orang-orang kafir! Sebenarnya, gubernur Romawi ingin Polikarpus menyelamatkan diri dengan melepaskan diri dari orang-orang Kristen yang dianggap kafir. Namun, Polikarpus hanya memandang kerumunan orang yang sedang mencemohkannya. Sambil mengisyaratkan ke arah mereka, ia berseru, Enyahkan orang-orang kafir! Gubernur Romawi itu berusaha lagi: Angkatlah sumpah dan saya akan membebaskanmu. Hujatlah Kristus!
Polikarpus pun berdiri dengan tegar. Ia mengatakan kalimat terakhirnya yang terkenal, "Selama 86 tahun aku telah mengabdi kepada Kristus dan Ia tidak pernah menyakitiku. Bagaimana aku dapat mencaci Raja (Kristus) yang telah menyelamatkanku?"
Pertukaran pendapat antara sang uskup dan gubernur Romawi berlanjut. Pada suatu saat, Polikarpus menghardik lawan bicaranya: Jika kamu... berpura-pura tidak mengenal saya, dengarlah baik-baik: Saya adalah seorang Kristen. Jika Anda ingin mengetahui ajaran Kristen, luangkanlah satu hari khusus untuk mendengarkan saya. Gubernur Romawi itu pun mengancam akan melemparkan dia ke binatang-binatang buas. Panggil binatang-binatang itu! Seru Polikarpus. Jika hal itu akan mengubah keadaan buruk menjadi baik tetapi bukan keadaan yang lebih baik menjadi lebih buruk. Ketika diancam akan dibakar, Polikarpus menjawab, Apimu akan membakar hanya satu jam lamanya, kemudian akan padam namun api penghakiman yang akan datang adalah abadi. Akhirnya Polikarpus dinyatakan sebagai orang yang tidak akan menarik kembali pernyataan-pernyataannya. Rakyat Smyrna pun berteriak: Inilah guru dari Asia, bapa orang-orang Kristen, pemusnah dewa-dewa kita, yang mengajar orang-orang untuk tidak menyembah dewa-dewa dan mempersembahkan korban sembelihan. Gubernur Romawi menitahkan agar ia dibakar hidup-hidup. la diikat pada sebuah tiang dan dibakar. Namun, menurut seorang saksi mata, badannya tidak termakan api. la berada di tengah, tidak seperti daging yang terbakar tetapi seperti roti di tempat pemanggangan atau seperti emas atau perak dimurnikan di atas tungku perapian. Kami mencium aroma yang harum, seperti wangi kemenyan atau rempah mahal. Ketika seorang algojo menikamnya, darah yang mengalir memadamkan api itu.
Kisah ini tersebar kepada jemaat-jemaat ke seluruh kekaisaran. Gereja menyimpan laporan-laporan semacam itu dan mulai memperingati hari-hari kelahiran serta kematian para martir. Bahkan mereka mengumpulkan tulang-tulang serta peninggalan lainnya. Tanggal kematian Polikarpus diperdebatkan. Eusebius mencatat kematiannya pada masa pemerintahan Marcus Aurelius 166–167 Masehi. Namun, sebuah catatan yang ditambahkan setelah masa Eusebius menuliskan kematian Polikarpus pada Sabtu 23 Februari pada masa pemerintahan konsul Statius Quadratus yang berkuasa pada 155 atau 156 Masehi. Tanggal yang ditulis sebelumnya lebih cocok kepada tradisi yang memberitahukan hubungan Polikarpus dengan Ignatius dan Yohanes Sang Penginjil. Setiap tanggal 23 Februari, diperingati hari kelahiran Polikarpus masuk ke surga.

Sabat Agung
Karena surat jemaat Smirna yang dikenal sebagai mati martirnya Polikarpus menyatakan bahwa Polikarpus dibunuh pada Sabat Agung, beberapa pihak berpendapat bahwa tulisan tersebut adalah bukti bahwa Gereja Smirna yang dipimpin oleh Polikarpus menjalankan ibadah Sabat pada hari ketujuh, Sabtu. Pihak yang lain mengatakan bahwa Sabat Agung yang dimaksudkan merujuk kepada Paskah Kristen atau hari-hari besar yang lain. Jika hal tersebut benar, maka kematian Polikarpus terjadi antara 1 dan 2 bulan setelah tanggal 14 bulan Nisan tanggal saat Polikarpus merayakan Paskahyang tidak mungkin terjadi sebelum akhir bulan Maret. Sabat Agung yang lain jika ingin merujuk kepada hari-hari besar Yahudi dirayakan pada musim semi, akhir musim panas atau musim gugur. Tidak ada perayaan pada musim dingin.

Peranan
Polikarpus memegang peranan penting dalam sejarah Gereja Kristen. Dia termasuk diantara orang-orang Kristen perdana yang tulisan-tulisannya masih tersisa. Dia adalah Uskup dari sebuah Gereja penting di tempat di mana Para Rasul bekerja. Dan dia hidup pada masa di mana ortodoksi nilai-nilai tradisi, ajaran dan kebiasaan turun-temurun diterima secara luas oleh Gereja-gereja Ortodoks, Gereja-gereja Timur, kelompok-kelompok yang masih menjalankan Sabat pada hari ketujuh dan kelompok-kelompok yang mirip dengan Protestan dan Katolik. Polikarpus bukan seorang filsuf atau teolog. Dari catatan-catatan yang tersisa, ia muncul sebagai pemimpin ibadah dan guru yang berbakat. Seorang dengan kelas yang lebih tinggi dan saksi kebenaran yang tabah daripada Valentinus dan Marsion dan bidat-bidat yang lain, kata Ireneus yang mengingatnya sejak masa mudanya. Adversus Haereses III.3.4
Ia hidup pada masa setelah wafat Para Rasul, ketika bermacam-macam interpretasi ajaran Yesus diajarkan. Peranannya adalah dengan menegaskan ajaran asli yang didapatkan dari Rasul Yohanes. Catatan yang tersisa menunjukkan keberanian di wajah Polikarpus tua saat menghadapi kematian dengan dibakar pada tiang pancang. Kematian martir Polikarpus sangat penting untuk memahami posisi Gereja ketika Kekaisaran Romawi masih menganut agama kafir. Ketika penganiayaan masih didukung oleh jenderal-jendral konsul lokal, berbagai penulis mencatat betapa haus darahnya orang-orang yang meneriakkan kematian bagi Polikarpus. Catatan-catatan tersebut juga menunjukkan kebencian tak mendasar pemerintah Romawi terhadap kekristenan, ketika orang-orang Kristen diberikan kesempatan untuk tidak dihukum jika mau mengingkari imannya dan mengaku bahwa menjadi seorang Kristen berarti telah melakukan tindakan kriminal. Sistem pengadilan yang ganjil ini di kemudian hari dicemooh oleh Tertullianus orang yang pertama kali memperkenalkan ajaran Trinitas dalam buku Pembelaan Apologi-nya. Polikarpus adalah seorang penyebar dan pemurni wahyu Kristen yang hebat masa Injil dan surat-surat mulai diterima secara luas. Meskipun kunjungan ke Roma untuk bertemu uskup Roma digunakan pihak Gereja Katolik Roma untuk memperkuat klaim keutamaan Roma sistem kepausan, namun sumber-sumber Katolik menyatakan bahwa Polikarpus tidak menerima kuasa dari uskup Roma untuk mengganti hari Paskah bahkan Polikarpus dan Anicetus uskup Roma setuju untuk tidak setuju. Keduanya percaya bahwa praktek Paskah mereka sesuai dengan tradisi Rasuli. Penerus spiritual Polikarpus seperti Melito dari Sardis dan Polikrates dari Efesus sependapat dengan hal yang sama.

Ada 4 sumber utama mengenai Polikarpus:
Surat otentik Ignatius dari Antiokhia, yang salah satunya ditujukan kepada Polikarpus.
Surat Polikarpus kepada Gereja Filipi.
Bagian-bagian dalam Adversus Haeresis karya Ireneus.
Dan surat dari jemaat Smirna yang menceritakan kematian syahid Polikarpus.