Pertobatan seorang dukun kepada Kristus

Indajana  adalah mantan pemuja ilmu hitam yang menjadikannya sakti mandra guna. Selama bertahun-tahun, ia bahkan melakukan berbagai ritual yang aneh dan akhirnya mengubahkan dirinya menjadi pribadi yang disegani oleh banyak orang.
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12).
Kesaksian Indajana. Mantan dukun bertobat ikut Tuhan Yesus. Shalom, begini kisahnya :
Indrajana : “Waktu ibu saya kemasukan, saya tidak dapat berbuat apa-apa. Bagaimana caranya setan itu keluar dari tubuh ibu saya.”
Dalam keadaan kesurupan ibunya berkata kepada Indrajana : “200 tahun baru kita ketemu.”. Kemudian Indrajana bingung menghadapi hal ini. Kemudian ada seorang dukun yang berusaha untuk mengusir setan dari dalam tubuh ibunya.
Didalam adegan itu seorang dukun ‘berhasil’ mengusir setan dari dalam tubuh ibu Indrajana.
Indrajana : “Lalu ibu saya sadar. Kemudian saya bertanya kepada dukun itu, ‘bapak ini siapa ? bisa mengusir setan.’ ”
Bermula sejak dirinya kagum dengan seorang dukun yang berhasil menyembuhkan ibunya dari kerasukan roh jahat. Dari sanalah, Indajana mulai menggeluti sejumlah ritual-ritual aneh yang dianjurkan oleh sang dukun.
Indrajana : “Pak, bagaimana saya bisa memiliki ilmu seperti yang bapak lakukan tadi ?” …. “Jadi bapak ini mempunyai guru lagi. Jadi saya dibawa kesana. Kemudian dukun itu berkata ‘Ada syaratnya …’ ” … “Jadi saya harus belajar.”
Kemudian Indrajana mengunjungi guru si dukun tersebut.
Indrajana : “Kemudian guru si dukun itu menyalakan rokok semacam ‘lisong – cerutu – red’ dan saya disuruh menjulurkan lidah saya.”
Indrajana rela melakukan hal itu untuk mengikuti keinginan hatinya.
Indrajana : “Kemudian dukun itu berkata ‘panas gak ?’. Kemudian saya menjawab ‘nggak ..’ “
Dukun : “Mulai sekarang jangan panggil embah, panggil guru.”
Indrajana : “Ya guru.”
Kemudian guru ini meniup kearah kepala Indrajana dan memberikan sesuatu sambil mengatakan : ‘Mantera ini rapalkan setiap malam supaya kamu sakti.’
Kemudian Indrajana menganggukkan kepala. Secara terus terang Indrajana menjerumuskan diri kedalam dunia gaib yang akan mempengaruhi hidupnya. Bahkan berbagai ritual anehpun dia lakukan untuk mendapatkan kesaktian.
Indrajana : “Tiap malam saya harus mengulangi mantra-mantra itu, masing-masing dibacakan lagi.
Betsy (Istri Indrajana) : “Yah, ritualnya sekitar setelah jam 12 tengah malam. Saya pikir gini … ini apa ? gitu ya. Karena dari keluarga saya itu tidak ada yang kaya begitu ya. Tapi saya diam saja. Tidak saya tanya. Saya merasa takut sama pak Indrajana gitu.”
Indrajana : “…’Tajam ngak tajamnya’ … katanya begitu, kalau tiap malam harus dibacakan gitu. Akan kelihatan dia punya kasiatnya … gitu”.
Alhasil, ia pun mulai menunjukkan kesaktian yang diperolehnya lewat ilmu gelap yang dipelajarinya. Seringkali ia dipanggil dan mengobati orang-orang yang kerasukan dan berhasil disembuhkan olehnya.
Indrajana : “Kalau ada orang kemasukan, saya sendiri yang datang begitu ya. Kalau dia (yang kerasukan itu) melihat saya … yang mulanya itu kelakuaannya begitu tidak terkendali .. bisa tiba-tiba diam melihat saya. Anehnya orang yang kerasukan itu nyembah sama kita. Saya yakin yang saya pelajari ini hebat ….”
Keberhasilan inilah yang membuat Indajana meyakini bahwa ilmu yang dipelajarinya tidak salah.
Indrajana : “Jadi kalau saya pakai ilmu itu pasti saya disegani orang. Jadi saya menjadi bangga. Setan aja takut sama saya … gitu…”
Ada kebanggaan tersendiri ketika menyadari bahwa di dalam dirinya terjadi sebuah transformasi yang membuatnya sakti mandra guna. Kesaktian itu pun bahkan dipakainya untuk kesenangan pribadi.
Indrajana : “Kadang-kadang saya ingin membuktikan bahwa ilmu yang saya pelajari ini benar-benar manjur. Saya pandang aja mata-nya si perempuan, maka dia tunduk, jadi lengket sama saya. Kemudian si wanita ini dipanggil-panggil sama si cowok ndak mau …”
Indrajana telah menjadi seseorang yang sakti. Tapi sisi lain dari kehidupannya, Indajana sebenarnya menjadi seorang yang selalu dirasuki dengan ketakutan.
Indrajana : “Tiap-tiap mantera atau barang itu ada yang punya. Yang punya itu kebanyakan jin, setan. Jin itu tinggi besar dan hitam. Perasaan takut itu ada.”
Betsy : “Yang saya tahu itu dia suka ngigau ya.”
Indrajana : “Ada sesuatu kekuatiran dan ada suatu perasaan yang ndak nyaman. Tidurpun tidak tenang. Ada perasaan seperti menghimpit diri saya. Yang saya ndak ngerti itu ada perasaan bersalah. Dan juga anehnya saya masih mempelajari ilmi itu.”
Selain ketakutan yang dirasakannya, ia pun perlahan-lahan berubah menjadi seorang yang arogan dan emosional. Perilakunya sangat berdampak buruk terhadap keutuhan keluarganya.
Betsy : “Dia bilang jangan tahu urusan suami. Lu diem aja di rumah. Ndak usah tahu apa-apa.”
Indrajana : ‘”Itu urusan saya. Urusan perempuan itu ngurus anak … bla … bla … bla …”
Betsy : “Karena dia sudah dikuasai oleh iblis ya. Jadi maunya dia itu satu rumah itu harus mendengarkan dia.”
Indrajana menjadi berubah dan menjadi sombong dan kasar kepada istrinya. Keadaan ini pun berlangsung selama bertahun-tahun.
Betsy : “Saya itu udah ndak kuat. Dan saya terlalu berat.” ….. “Waktu itu ibu saya masih ada ya. Saya ingat kata-kata ibu saya: Jangan menangis, ada masalah pergumulan, jangan datang kepada manusia. Datang kepada Tuhan Yesus,” kenang Betsy.
Hingga di suatu titik, perasaan tertekan di dalam diri sang istri Betsy mendorongnya untuk kembali kepada Tuhan. Ia mulai rutin membawa suaminya dalam doa-doa agar suaminya bisa berubah.
Betsy : “Karena saya sering berdoa, menangis di kaki Tuhan. Saya cuma minta ubahkan suami saya, pulihkan dirinya. ”
Meskipun Tuhan tidak segera menjawab doa-doa Betsy untuk mengubahkan suaminya, namun ia tetap setia. Hingga suatu saat sang istri menemukan benda-benda mistik milik suaminya.
Betsy : “Terus saya menemukan satu map. Satu map itu berisi mantera-mantera dan juga jimat. Ada niat untuk membakar. Kemudian saya ambil kaleng dan minyak tanah. Kemudian sebelum saya membakar itu semua saya menyebutkan ‘Dalam nama Tuhan Yesus …’ Kemudian saya mendengar seperti ada suara orang marah, ngomel, ngedumel … begitu … Saya denger suara itu. ”
Hingga tanpa diduga, lewat jalan-jalan Tuhan yang tak terselami, Indajana pun mengalami pertemuan yang luar biasa dengan Tuhan. Melalui seorang sahabat, ia pun mengalami pertobatan total.
Kemudian saat itu Indrajana dengan bangga mengatakan kepada teman-temannya tentang kehebatan ilmunya. Dan salah seorang teman yang bernama Irwan Suwito mengatakan kepada Indrajana.
Irwan Suwito : “Itu bukan ilmu dari Tuhan. Itu ilmu dari iblis.”
Indrajana : “Kemudian saya kaget dan sempat marah disitu … tersinggung gitu kan …”
Irwan Suwito : “Saya mengatakan kepada Indrajana ‘Iblispun dapat menyamar menjadi malaekat terang.’ Kemudian saya lihat dia tidak bisa menjawab hal itu.”
Indrajana : “Pada saat dia bilang kepada saya bahwa Yesus yang terbesar … saya diam saja. Pada saat dia bilang begitu rasanya seperti ada benda menusuk gitu. Sepertinya kaya bagaimana ya mendengar nama Yesus itu.”
Dengar serius Indrajana terus menerus mendengarkan ucapan temannya itu.
Irwan Suwito : “Waktu sudah menunjukkan jam 11.30 malam dan pak Indrajana ini pamit pulang.”
Ketika Indrajana mau pulang, temannya memberikan hadiah yang istimewa.
Irwan Suwito : “Kemudian saya ambil suatu gambar, yaitu gambar Yesus. Jadi saya serahkan … begini … Tapi setelah dikasih dia (Indrajana) langsung merenung …. Terdiam.”
Indrajana : “Kemudian saya bertanya … Tuhan … apakah benar ini wajahmu …”
Irwan Suwito : “Tiba-tiba dia bergetar sendiri. Dia mulai menangis.”
Indrajana : “Ada suatu suara … yang masuk kedalam diri saya … yang begitu bergema … Dan saya tidak pernah mendengar suara yang begitu berwibawa sebelumnya … ‘Ya …. Inilah Aku.” Kemudian saya langsung menangis berteriak sekeras-kerasnya. Yesus sendiri yang berdiri di depan saya menatap saya. Ada sukacita yang tidak pernah saya rasakan. Walaupun saya sudah salah jalan. Masuk kedalam lubang yang sangat dalam, tapi Yesus datang kepada saya dan menarik saya dari lubang itu.”
Indrajana telah lepas dari semua ilmu gaib yang dia pelajari.
Betsy : “Hidupnya sekarang berubah. Karakternya sekarang berubah. Saya bisa merasakannya, bagaimana dia dulu dan bagaimana dia sekarang. Berubah ….”
Indajana mengakui bahwa itulah suara Tuhan. Saat itupun ia merasakan ada satu sukacita yang masuk kedalam dirinya dan mengubahkannya menjadi pribadi yang baru. Kini, hidupnya bahagia dan dipenuhi dengan damai sejahtera. Baginya, tak ada sosok lain yang dapat menjamin kehidupan bahagia selain daripada Yesus sendiri. Hidupnya lebih bahagia dibandingkan pada saat masih memiliki ilmu kesaktiannya dulu.
Sumber Kesaksian: Indajana Tjandranata & Betsy
http://www.jawaban.com/index.php/mobile/spiritual/detail/id/9/news/131104132239/page/400/limit.html

Kisah Nyata Kesaksian Dukun Bertobat

“Sukacita … Kedamaian hidup … damai sejahtera … itulah yang saya rasakan sekarang…” ….. “Yesus adalah Tuhan. Yesus-lah Juruselamat satu-satunya bagi orang percaya. Hanya Yesus-lah yang dapat mengatasi segala-galanya…”
  • Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.” (Kisah Para Rasul 4:12).

True Story Inspiratif 1

Kisah Inspiratif 1

God of Gambler – True Story


Seorang pemuda kerja sebagai bell boy di sebuah hotel berbintang di Kowloon. Suatu saat seorang tamu hotel datang dengan mobil mewah Rol Royce. Pemilik mobil meminta pemuda ini mencuci mobil mewah ini. Sang pemuda tidak tahu bahwa mobil ini Rol Royce yang mahal itu, yang ia tahu mobil ini bagus sekali.
Iseng-iseng dia masuk ke mobil dan membayangkan ia setir mobil keren ini. Sementara ia ada di dalam mobil sambil pegang setir, muncul pemilik hotel.
"Hai", kata bosnya. "Jangan main-main. Kamu tidak akan mampu beli mobil itu seumur hidupmu… Ngaca dong… Kamu tuh pegawai rendahan… Pergi sana… Kerja lagi sana…"

Betapa bos itu sangat merendahkan si pemuda. Tapi pemuda itu hanya senyum saja. Ia tak hiraukan makian bos. Malah makian bosnya membuat ia semangat kerja. Sampai suatu saat, ada casting film tahun 1980 dan pemuda ini berhasil lulus jadi pemeran utama.
Filmnya langsung meledak terkenal seluruh dunia, The Bund. Bukan itu saja, film selanjutnya  God of The Gambler juga meledak. Sekarang ia bukan saja memiliki Rol Royce, bahkan koleksi puluhan mobil mewah dan rumah mewah. Bahkan ia adalah salah satu artis terkaya di hongkong dan dunia. Dialah CHOW YUN FAT.


Siapapun yang merendahkan anda saat ini; jangan membuat anda runtuh. Bangkit dan tetap teguh bahwa Tuhan memiliki rencana indah buat anda. Tetaplah berpikir positif.


Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa. (Amsal 12:24)





70 tahun Tuhan Tidak Pernah Mengirimkan Tagihan Apapun


Seorang kakek mengalami gangguan saluran kencing yg membuat ia tidak bisa buang air kecil. 

Ketika penyakitnya makin parah dan kesehatannya makin memburuk, ia terpaksa menjalani operasi. 

Operasi sukses.. 

Menjelang pulang dari rumah sakit, dokter pun memberikan tagihan biaya operasinya. Saat itu tiba-tiba sang kakek mulai menangis. Dokter pun bingung dan bertanya:"Kenapa menangis kek? Jika biayanya terlalu mahal, kita bisa coba minta keringanan lagi".
 
Kakek itu menjawab: "Tidak, saya tidak menangis untuk itu, saya hanya teringat betapa selama 70 tahun sebelum ini, Tuhan membolehkan saya buang air kecil TANPA mengirimkan saya tagihan apapun".

Kita baru merasakan betapa ber-HARGA-nya Berkat Tuhan saat kita sudah kehilangan  HAL tersebut.

Sebaliknya, kita memilih untuk lebih sering memikirkan apa yg  TIDAK  kita miliki,  TANPA meng-HARGAI  apa yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Kita lebih suka menghitung MASALAH daripada menghitung BERKAT Tuhan yang sudah kita terima. 

RENUNGKANlah, bukankah ada terlalu banyak hal berharga yang kita dapatkan secara GRATIS setiap harinya?
- Kesehatan,
- keluarga,
- pasangan hidup,
- waktu,
- kerukunan,
- kegembiraan
 
Dan terutama Keselamatan yang kita dapat di dalam Tuhan.

Semua itu adalah hal-hal yang sesungguhnya tidak dapat kita beli dengan uang, bahkan tidak bisa kita dapatkan meski sekeras apapun usaha kita.

Itulah alasan mengapa kita harus selalu BERSYUKUR dalam SEGALA HAL kepada TUHAN, karena DIA sungguh teramat SANGAT BAIK kepada kita.

Kita bersyukur BUKAN SUPAYA kita diberkati, melainkan karena kita SUDAH sangat diberkati oleh Tuhan..

I Tesalonika 5:18
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. 



Prestasi lebih dari kecantikan seorang perempuan


Thanks for Sharing Yuyun S

Mandor & Pekerjanya

Seorang mandor bangunan yang berada di lantai 5 ingin memanggil pekerjanya yang lagi bekerja dibawah. Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan. Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh keatas, dilemparnya uang 1000an yg jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut uang 1000 dan melanjutkan pekerjaannya.


Sang mandor akhirnya melemparkan 100.000  dan berharap si pekerja mau menengadah sebentar ke atas. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan uang 100.000 dan kembali bekerja. Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yg tepat mengenai kepala si pekerja. Merasa kesakitan akhirnya si pekerja menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor.

Cerita tersebut diatas sama dengan kehidupan kita. Tuhan selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk bekerja. Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur. Jadi terkadang kita mendapatkan batu kecil (sebagai peringatan) agar kita mau menoleh kepada Tuhan. Tidak hanya itu, manusia yang terlalu sibuk melakukan hal dosa, mengacuhkan suara Tuhan, sehingga Ia mengirimkan batu kecil tersebut.

Sumber : http://renunganhidup.com