Gula Merah Sekilo

Alkisah, Seorang lelaki miskin menjual gula merah yang dibuat isterinya ke kota. Isterinya selalu membuat gula merah dengan bentuk bulat dan beratnya 1 kg. Dia selalu menjual gula merah itu ke salah satu toko dan membeli kebutuhan-kebutuhan harian mereka untuk sekadar makan.

Suatu ketika pemilik toko itu curiga dengan berat gula merah itu dan dia pun menimbangnya. Ternyata beratnya tidak sampai 1 Kg, hanya 900 Gram. Tangannya gemetar dan dadanya terasa seperti ingin meledak. Jadi selama ini dia membohongiku. Berapa banyak kerugian yang aku alami. Penipu! teriaknya dalam hati.
Hari itu lelaki miskin itu di datanginya dengan membawa gula merahnya. Kamu telah menipu saya! Kamu bilang gula merah ini 1 Kg ternyata hanya 900 Gram saja! teriak penjual toko.
Lelaki miskin itu menundukkan kepalanya dan berkata: Kami orang miskin. Kami tidak punya timbangan di rumah. Kami membeli beras di toko Bapak seberat 1 Kg dan itulah yang kami jadikan timbangan untuk menimbang gula merah

Note:
Kita kadang melihat orang SALAH, tapi kita tidak menyadari ternyata sumbernya dari diri kita.





Unwanted Colosal Story 4

 


Buku Unwanted Colosal Story adalah buku yang tidak diminati untuk dibaca. Karena buku ini menceritakan sejarah kuno segala kehidupan yang sebenarnya, 

Unwanted Colosal Story 4 juga merupakan buku yang tidak bisa ditemukan dimanapun. Unwanted Colosal Story ini  merupakan buku dasar dari buku lainnnya di My Faith, Karena kita perlu mengetahui sejarah segala kehidupan terlebih dahulu.  

Sahabat-sahabat dalam Kristus yang mampir ke My Faith silahkan membaca atau pun mendownload secara gratis, tapi tolong untuk tidak pernah mengubah isi buku dan menjual secara komersil karena ini adalah untuk pelayanan kalangan sendiri.  God Bless.

Free Download & Translate


                                                              View and Download Book



                                                                 Cara Membeli Buku

Unwanted Colosal Story 3

 


Buku Unwanted Colosal Story adalah buku yang tidak diminati untuk dibaca. Karena buku ini menceritakan sejarah kuno segala kehidupan yang sebenarnya, 

Unwanted Colosal Story 3 juga merupakan buku yang tidak bisa ditemukan dimanapun. Unwanted Colosal Story ini  merupakan buku dasar dari buku lainnnya di My Faith, Karena kita perlu mengetahui sejarah segala kehidupan terlebih dahulu.  

Sahabat-sahabat dalam Kristus yang mampir ke My Faith silahkan membaca atau pun mendownload secara gratis, tapi tolong untuk tidak pernah mengubah isi buku dan menjual secara komersil karena ini adalah untuk pelayanan kalangan sendiri.  God Bless.

Free Download & Translate

   
                                                          View and Download Book



                                                             Cara Membeli Buku

Quote 15 August 2020

 

Antena Berkarat

Malam itu, acara menonton televisi dirumah kami agak terganggu. Ribuan semut memenuhi layar televisi kami. Belum lagi bunyi kresek-kresek tak jelas mengganggu telinga. Padahal dua hari yang lalu, setidaknya 80% dari gambarnya masih dapat kami nikmati. Program hiburan favorit yang telah ditunggu-tunggu menjadi sama sekali tidak menghibur. Malam yang seharusnya indahpun, perlahan tapi pasti menjadi menjengkelkan.
Jelas bukan salah stasiun televisi. Mereka tentu tetap memancarkan sinyalnya dengan sangat bagus. Dan tetangga memberitahu kami bahwa televisi mereka baik-baik saja. Kesalahan bukan terletak pada stasiun televisi, bukan pada televisi diruang keluarga, kesalahan ada pada antena televisi kami.
Entah apa penyebabnya antena kami lebih cepat berkarat dari yang seharusnya. Begini nih kalau beli antena yang murah, salah satu dari antara kami menyalahkan. Aku sendiripun tidak mengingat dengan pasti, apakah benar antena yang kami beli memang terlalu murah jadi bahan bakunya tidak bagus dan cepat berkarat. Ucapan itu lebih dari sekedar mencari kambing hitam untuk menyalurkan kekesalan. Seharusnya kita mencari dan membeli antena yang sesuai dengan kualitas yang bagus, keputusan yang diambil dalam memilih antena buat kami harusnya tepat, jangan sampai salah mengambil keputusan. Apa yang kita beri itu yang kita tuai.

Namun jika dipikir-pikir, betapa hidup kita seringkali sangat mirip dengan Si Antena Berkarat itu. Cukup banyak penderitaan, pergumulan dan masalah yang timbul hanya karena salah memutuskan. Kita mengira TUHAN diam jauh disana tak peduli, padahal diri-diri kitalah yang harusnya berbenah diri. Ribuan kali bertanya dan mengeluh lewat doa. Kita kira Ia, Sang Pemberi Petunjuk diam seribu bahasa, padahal telinga inilah yang tak mampu mendengar akan suara Surga.

Dunia membutakan mata hati kita, hingga tak mampu melihat kebaikan Nya. Lalu hidup terasa kian sulit. Kehidupan yang seharusnya indah, malah berbalik menghajar kita hingga lebih dari sekedar babak belur. Berputar-putar kelelahan dan mengenaskan.
Jelas itu bukan takdir kita. Takdir kita adalah berbahagia di dunia, sesuai dengan Rencana Tuhan untuk menciptakan kita. Lalu mengapa ini semua terjadi ? Pasti ada something wrong...
Padahal, TUHAN yang Maha Kasih itu dapat dipastikan tetap setia. Tidak hanya menunggu, namun dengan segala Kasih-Nya. Ia selalu mengarahkan kita menuju kehidupan yang penuh dengan segala kebaikan dan rahmat.
Ternyata memang sesuatu harus dilakukan. Sesuatu yang memang merupakan porsi kita. Dan sesuatu itu adalah: membersihkan diri dari segala dosa ibarat karat. Sehingga kita tidak salah pilih, tersesat kemudian menderita, bukan karena tidak dikasihi, bukan karena ditinggalkan, namun hanya karena berdosa ibarat berkarat.

Note:
Mari kita belajar untuk menyerahkan jiwa dan raga kita pada Tuhan, biarkan Tuhan tuntun kita dalam segala hal, supaya kita tidak salah lagi dan lagi dalam mengambil keputusan, supaya kita tidak cepat berkarat seperti antena murahan. God bless ....


Thanks 4 sharing Nathania

Tak Ada Yang Abadi

Seorang Bijak pernah meminta kepada tukang cincin untuk mengukir sebuah kalimat pada bagian dalam cincin, kalimat itu adalah: Tak ada yang abadi, ini pasti berlalu.

Setelah cincin selesai diukir orang bijak tersebut melanjutkan perjalanannya. Dalam perjalanannya dia mulai bekerja sebagai buruh pada sebuah perusahaan besar yang dimiliki orang terkaya di kota itu.

Orang bijak itu tekun bekerja bahkan lebih tekun daripada buruh lainnya. Seorang pekerja bertanya kepadanya, Mengapa kau bekerja sedemikian giat? Padahal gaji dan kehidupan kita tidak akan berubah dengan bekerja lebih giat? Bekerjalah sesuai dengan apa yang mereka bayarkan kepada kita. Orang bijak itu tersenyum dan berkata, Ini pasti berlalu. Selang beberapa puluh tahun, perusahaan itu bangkrut. Orang kaya yang dulu pemilik perusahaan itu jatuh miskin dengan hutang dimana-mana. Orang bijak itu dengan uang yang ditabung selama ini mencoba membeli perusahaan itu, karena sudah bangkrut maka orang kaya itu menjualnya dengan harga murah, dengan terdesak membutuhkan uang pula.

Tidak begitu lama, perusahaan bangkrut itu bangkit kembali. Sekarang orang bijak itu adalah orang terkaya di kota itu, sedangkan pemilik lama perusahaan itu menjadi pekerja di perusahaan yang dulu dimilikinya. Pekerja yang dulu pernah bertanya kepada orang bijak itu berpapasan dengan orang bijak itu, dengan malu-malu, lalu orang bijak itu memajukan tangannya untuk memberi salam. Dengan canggung pekerja itu memajukan tangan pula untuk memberi salam, kemudian orang bijak itu berkata, Ini pasti berlalu. Beberapa tahun kemudian musibah datang, kebakaran menghanguskan perusahaan itu, pemilik lama meninggal akibat kecelakaan tersebut dan pemeilik perusahaan jatuh miskin. Semua orang terkejut dengan kejadian itu dan semua pekerja kehilangan pekerjaan mereka. Jarang ada yang bertahan di kota itu setelah apa yang terjadi. 

Teman lama yang dulu bertanya kepada orang bijak itu pindah ke kota lain untuk memulai kehidupan, sebelum pindah teman lama ini berkunjung padaorang bijak itu Teman lama itu berpikir orang bijak itu akan sedih dan merasa itu adalah akhir hidupnya sehingga si teman lama berusaha menghiburnya. Namun yang dipikirkannya itu tidak terjadi. Orang bijak itu tetap tersenyum.Saat mereka berjabat tangan, orang bijak itu berkata, Ini pasti berlalu.

Kemudian teman lama berjuang di kota yang baru ternyata menjadi sukses, dia menjadi orang kaya yang disegani. Dan dia teringat kepada teman lamanya orang bijak itu dan berniat untuk mengunjunginya. Menurut kabar setelah jatuh miskin, orang bijak itu menjadi guru mengajar anak-anak membaca. Saat teman lama sampai untuk mengnjungi orang bijak itu ternyata orang bijak itu sudah meninggal. Dia mengunjungi makam orang bijak itu penuh dengan semak berukar tidak ada yang merawat, orang bijak itu tidak memiliki keluarga di kota itu. Sedangkan makam yang lain seperti ada yang merawat. Di batu nisan orang bijak itu tertulis: Ini pasti berlalu. Tidak lama berselang di kota itu terjadi banjir dan hampir seluruh rumah penduduk tenggelam.

Begitu air surut, teman lama itu kembali mengunjungi kota itu lagi dan memberi bantuan. Dan tidak lupa dia mengunjungi makam orang bijak itu, namun makamnya sudah tidak ada. Saat teman lama berkunjung pula ke perusahaan yang dulu yang sekarang tinggal puing-puing setelah kebakaran, dia menemukan nisan orang bijak itu yang tergeletak bersama lumpur. Nisan itu telah polos, tulisannya tertutup lumpur. Tulisan Ini pasti berlalu pun berlalu juga. 

Teman lama itu tersenyum dan tertawa. Orang-orang yang melihat merasa heran dengan sikap teman lama itu. Teman lama kemudian menyalami penduduk-penduduk kota tersebut yang sedang sedih terluka akibat banjir besar, dan teman lama itu bekrata, Tak ada yang abadi, ini pasti berlalu.

Note:
Jangan kita menggenggam apapun yang ada di dunia ini, segala yang ada di dunia Tak Ada Yang Abadi, Semua Pasti berlalu. 







 

Batu Besar

Pada zaman dahulu, ada seorang raja yang senang pergi keluar istana dan mengamati rakyatnya. Suatu hari, ia memutuskan untuk menaruh sebuah batu besar di persimpangan jalan lalu bersembunyi di semak.

Setelah beberapa jam, muncul dua orang pedagang yang menaiki kereta kuda. Melihat batu besar yang menghalangi jalan, mereka menggerutu dan memilih jalan memutar. ‘Hah! Bagaimana sih raja ini? Ada batu besar seperti ini tidak segera dibereskan,’ ucap salah satu pedagang kesal.

Beberapa jam setelah pedagang itu lewat, muncul seorang petani yang memikul sayur-sayuran. Melihat batu besar menghalangi jalannya, ia pun menaruh sayurannya di tepi jalan dan mulai mendorong batu itu.

Sedikit demi sedikit batu besar itu bisa digeser dan jalan kembali normal. Petani itu kemudian kembali ke tempat ia meletakkan sayurannya. Ia menemukan sekantung koin emas beserta sebuah catatan dari raja, ‘Kuberikan emas ini sebagai hadiah telah memindahkan batu besar itu.’

Note: Berkat dari Tuhan datang pada kita kadang kala akan seperti cerita diatas. Positif thinking adalah cara menemukan Berkat dari setiap masalah.