🈵 Filsafat Tiongkok

Gunung memiliki ketinggian masing²
Air memiliki kedalaman masing²
Tidaklah perlu saling membandingkan, karena setiap orang juga punya kelebihan masing².
Angin memiliki sifat yg bebas,
Awan memiliki kelembutan Tidaklah perlu kita meniru, setiap orang juga memiliki sifat masing².
🈵 Raihlah apa yg kita anggap bisa membawa kebahagiaan
🈹 Jagalah apa yg kita anggap pantas.
🈚 Hargailah apa yg kita anggap suatu keberuntungan
🈴 Ikuti kata hati, agar tidak ada penyesalan dalam hidup.
1⃣ Manusia punya 1 jalan :
🌸 Jalanilah jalan sendiri
2⃣ Manusia punya 2 mustika :
🌷 Tubuh sehat
🌷 Suasana hati baik
4⃣ Manusia punya 4 penderitaan hidup :
🌻 tidak melihat kebenaran,
🌻 tidak bisa merelakan,
🌻 tidak mau kalah,
🌻 tidak bersedia melepaskan.
5⃣ Manusia punya 5 kalimat hidup :
🌺 walau susah tetap berusaha,
🌺 walau sudah baik, tetap harus bersahaja,
🌺 walau serba kurang juga harus percaya diri,
🌺 walau berkelebihan juga harus hemat,
🌺 walau kedinginan, hati harus tetap hangat.
* Manusia punya 6 kekayaan hidup :
🍁 tubuh
🍁 pengetahuan
🍁 impian
🍁 keyakinan
🍁 percaya diri
🍁 tekad juang
🌱🌾Saat kita menanam padi, rumput ikut tumbuh, tapi saat kita menanam rumput tidak pernah tumbuh padi.
🌾 Dalam melakukan kebaikan, kadang² hal yg buruk turut menyertai.
🌱 Tapi saat melakukan keburukan, tidak ada kebaikan bersamanya.
💕 Kembangkan terus perbuatan baik dan kebajikan dalam kehidupan kita

Jam Emas Ayah

Alkisah, suatu hari, seorang bangsawan yang kaya raya ingin menghadiahkan sebuah jam saku emas kuno kepada salah satu anaknya di hari ulang tahunnya nanti. Si bangsawan mempunyai tiga orang anak yang sama-sama dicintainya, tetapi hanya mempunyai satu jam emas. Maka, dibuatlah semacam kompetisi. Nantinya, anak yang dapat mencari dan menemukan jam tangan itulah yang akan memilikinya. Maka, segeralah dipanggil ketiga anaknya.
“Anakku, jam ayah terjatuh di tumpukan jerami di gudang kita. Jam itu sangat ayah sayangi karena itu warisan kakek kalian yang tidak ada duanya. Karena itu, aku tugaskan kalian untuk mencarinya. Nah, sulung, engkau mendapat giliran pertama untuk mencari dan membawa jam itu kepada ayah.”
“Baik ayah,” jawab si sulung. Ia kemudian mengambil sebatang tongkat. Dengan tongkat itu, sambil bernyanyi nyaring, dia bekerja keras membolak-balikkan jerami. Tetapi, sampai tenaga habis dan suaranya serak, jam tetap tidak berhasil ditemukan.

Tiba giliran anak kedua memasuki gudang jerami dengan membawa senter di tangan. Raut wajahnya tampak kesal dan tidak senang mematuhi perintah sang ayah. Ia merasa sang ayah terlalu mengada-ada. Mengapa demi sebuah jam tua, mereka harus bersusah payah membuang tenaga dan waktu untuk mencarinya di gudang yang kotor. Maka, sambil mengomel panjang pendek, ia mulai mencari jam tersebut. Karena tak sepenuh hati mencari, walau telah memelototi setiap sudut, hingga batu baterai senter itu habis, jam tetap tidak ditemukan.

Kemudian giliran anak ketiga memasuki gudang jerami. Dengan pembawaannya yang tenang dan senyum manis di bibir, dia memasuki gudang lumbung padi. Tidak berapa lama kemudian dia keluar dengan wajah berseri dan membawakan jam emas itu kepada ayahnya. Melihat itu, sang ayah gembira dan bertanya, “Anakku, bagaimana engkau dapat menemukan jam itu dengan waktu yang cukup singkat? Sedari tadi kakak-kakakmu telah berusaha begitu lama, tetapi mereka tidak berhasil menemukan jam tersebut.”

Si bungsu pun menjawab, “Ayah, saya hanya duduk diam, berkonsentrasi di dalam gudang lumbung padi. Dalam keheningan dan ketenangan itulah saya bisa mendengarkan suara detak jam tangan tik tik tik… sehingga dengan mudah saya dapat mencari dan menemukan di mana jam tersebut berada. Tapi atas semuanya, syukurlah kami dapat membantu Ayah mendapatkan kembali jam emas kesayangan itu..”

Maka, jam emas itu diberikan kepada si bungsu tepat di hari ulang tahun sang ayah. “Anakku, karena engkau yang telah menemukan jam ini, maka ayah berikan ini kepadamu. Ayah percaya, engkau akan menyimpan dan memelihara dengan baik jam emas kesayangan ayah ini.” Dengan wajah gembira, si bungsu pun menerima pemberian ayahnya.
Sebuah hadiah, pantas diberikan kepada mereka yang berprestasi dan berjuang sepenuh tenaga untuk mewujudkan cita-cita. Demikian juga dalam kehidupan. Saat kita sedang berhadapan dengan aneka masalah dan tantangan yang harus ditaklukkan, jika kita mau berjuang dengan semangat pantang menyerah dan tekad membaja, pasti akan ada hadiah di balik keteguhan kita memecahkan masalah tersebut.

Untuk itu, dalam menghadapi setiap masalah, berat maupun ringan, kecil ataupun besar, kita seharusnya mampu menjaga hati dan ketenangan berpikir, agar sebuah masalah bisa kita urai berdasarkan sumber masalahnya. Ibarat mengurai benang kusut, kalau sudah ditemukan ujung pangkalnya, pasti akan lebih mudah mengurainya. Sebaliknya, emosi yang meledak-ledak, terburu-buru dalam berbuat, atau menyepelekan masalah yang timbul, hanya akan memicu masalah yang lebih besar.
Mari kita jaga daya pikir dengan selalu menjaga hati, mampu menciptakan ketenangan. Dengan begitu kita akan mendapatkan solusi terbaik untuk memecahkan masalah yang ada secara efektif dan bijaksana.

Thanks for sharing Nathania

Anggrek & Pohon Besar

Alkisah, di sebuah hutan, terdapat sebuah bunga anggrek yang tumbuhnya menempel pangkal batang sebuah pohon besar. Anggrek sangat nyaman bersama sang pohon karena selain bisa mendapat makanan yang cukup, ia juga terlindung dari teriknya sinar matahari dan derasnya air hujan yang mengguyur.
Namun, suatu kali, bencana besar datang. Angin bertiup kencang saat itu, disertai hujan sangat lebat. Tiba-tiba petir menyambar. ”Blaaarr!!” dengan kerasnya, tepat di di pohon besar tempat anggrek bernaung.
Batang yang tadinya besar dan kokoh, kini patah beberapa bagian. Pohon yang tadinya jadi rumah si anggrek, telah hancur, hampir berantakan.
Anggrek menangis sejadi-jadinya, ketakutan akan masa depannya. “Pohon… kamu selama ini yang melindungi aku dari panas dan hujan. Kenapa kamu jadi begini? Kamu juga baik mengizinkan aku mengambil sebagian makanan dari batangmu. Sekarang…Kamu sendiri hanya tersisa beberapa daun hijau di sebagian sisa batangmu. Siapa lagi yang akan melindungiku?”
Pohon yang tersisa, melihat anggrek terus menangis, menyapa sahabatnya itu. “Wahai anggrek. Jangan menangis. Aku pun mengalami kejadian yang sangat menyulitkan. Tapi, aku bersyukur bisa tetap hidup meski hanya dengan sedikit sisa daun di batangku ini. Aku yakin, dengan sisa ini, aku akan tetap bisa kembali tumbuh, meski tak sesempurna dulu lagi. Begitu juga kamu. Lihatlah, kilau mentari pagi yang kini langsung mengenaimu. Kamu tampak semakin indah, ditambah embun yang menempel di tubuhmu. Panas mentari dan hujan yang langsung mengenaimu, pasti akan membuatmu semakin subur, cantik dan berbunga lebih banyak. Tentunya akan makin banyak yang mengagumi keindahanmu.”

Anggrek tersentak dengan ucapan pohon sahabatnya itu. Ia kini sadar. Ujian semalam ternyata malah membuka hal lain yang tak pernah terpikirkan selama ini. Anggrek yang indah, ternyata jauh lebih indah saat terkena pancaran mentari langsung. Air yang mengenainya langsung, juga membuat anggrek tumbuh lebih subur.

Sama dengan kita alami, Peristiwa yang disebut musibah atau bencana sering diperlukan hadir untuk mengingatkan kita agar belajar dan melihat di depan ada perubahan yang lebih baik. Pada saat awal kejadian, sangat wajar kita mungkin “menangis” seperti sang anggrek. Namun perlu kita yakini, bahwa itu semua datang untuk membawa kita jadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Mari, jangan takut ancaman dan cobaan yang bisa datang setiap saat. Sebab seringkali di sanalah pertumbuhan mental sedang terjadi untuk membuat kita meraih yang lebih baik.



KIsah Penghapus

Pada tahun 60 an, seblum era komputer & elektronik, seorang juru ketik yang ceroboh di Houston, Texas, mencari cara untuk memperbaiki kesalahan ketiknya.
Ia menemukan cat putih di garasi yang diencerkan dgn cairan pengencer, lalu mulai menghapus kesalahannya dgn 'cat' itu.
Ia menunggu cat itu kering lalu mengetikkan ejaan yang benar. Rekan²nya menyukai gagasan itu, lalu membeli larutan pengencer buatannya.
Inovasi itu pun menjadi populer,sehingga perusahaan 3M tertarik membeli produk & hak ciptanya seharga 3 juta US dollar.
Akhirnya dunia pun mengenalnya sebagai *Tipp-Ex,* suatu cara untuk penghapus kesalahan tulis.

Ternyata,KESALAHAN pun BISA menjadi IDE BRILIAN. Karena itu,tak perlu malu karena pernah membuat kesalahan, sebab hal itu dapat menjadikan kita "LEBIH BIJAKSANA" dari sebelumnya.
Keterbatasan pengetahuan, ketidak tahuan, lupa & masih banyak hal lain "BISA SAJA" membuat kita jadi salah dalam bertindak & mngambil keputusan, itu manusiawi.
Dalam hidup,setiap orang PASTI akan mengalami rasanya melakukan berbagai kesalahan.
Namun yang penting adalah "KENALI" kesalahan² itu & "BELAJARLAH" dari kesalahan² tsb, supaya *"JANGAN TERUS BERKUBANG"* pada kesalahan yang sama.

Presiden Roosevelt berkata, Satu²nya orang yang TIDAK membuat kesalahan adalah orang yang TIDAK PERNAH MELAKUKAN APA²


Sedangkan Paul Galvin mengatakan, “Jangan takut dgn kesalahan, KEBIJAKSANAAN itu LAHIR dari KESALAHAN”


TETAPLAH BERKARYA, JANGAN PERNAH TAKUT SALAH, tapi TAKUTLAH jika TAK PERNAH MAU BELAJAR Untuk MEMPERBAIKI kesalahan itu.

Ikan Sapu-sapu

Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapu ku meninggal dunia. Sejak saat dia meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan, lumut pasti akan bermunuculan di akuarium kesayanganku. 

Aku tidak ada waktu untuk membersihkan lumut-lumut itu dan juga tidak ada waktu untuk membeli ikan sapu-sapu yang baru. Suatu hari kudapati lumut sudah memenuhi kaca bagian dalam akuariumku. Aku berpikir, ini tidak bisa dibiarkan. Keindahan ikan-ikan koki ku akan tersembunyi jika lumut-lumut itu kurelakan tumbuh dengan sehatnya menemani mereka. Ikan-ikan sapu-sapu, bisa menjadi solusi untuk membantuku membersihkan lumut- lumut itu. Sapu-sapu adalah ikan yang makanan utamanya adalah lumut dalam akuarium atau kolam ikan.



Di sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja kuluangkan waktu untuk mampir ke toko ikan dekat rumahku. Aku berkeliling mencari ikan hitam yang tidak menarik dan berkulit kasar itu. Akhirnya kutemukan satu ikan sapu-sapu yang tidak begitu suram kulitnya, walaupun tetap tidak indah dipandang mata dan tetap saja kulitnya akan kasar. "Berapa Pak, harganya?" tanyaku pada si penjual ikan itu. "Murah mbak, sekian rupiah, Mbak," jawab si penjual itu. Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung ku tapakkan kakiku menuju rumah.
Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam akuarium. Dengan sigap dan bagai habis lepas dari kurungan ikan itu langsung meliuk- liuk. Dan ... betapa senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca yang penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh lumut tersebut. Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku yang seakan sedang mengerumuni ikan sapu-sapu itu untuk berkenalan.Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang hanya kucemplungkan dulu tanpa kubersihkan akuariumnya. Pikirku weekend nanti pasti aku ada waktu.

Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor, kusempatkan menyapa ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini mereka tampak begitu indah .... Tapi bukankah memang ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh ... tapi kok lain ya? Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar. Terus kuamati ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka yang panjang bagaikan kain sutera yang berkibar-kibar seolah ditiup angin. Terus kuperhatikan mereka karena terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan.

Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada seekor ikan hitam yang tidak bersinar sama sekali. Dia seolah sedang menepi dalam dunianya sendiri dan takut untuk bergabung dengan koki-koki indah itu. Aku tersadar .... Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu indah dan bersinar bukan karena ikan-ikan itu yang berubah, tetapi keadaan di sekitar merekalah yang berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca akuariumku buram sudah lenyap! Ya, lenyap! Kaca akuariumku kembali bening sehingga ikan-ikan indahku terlihat semakin indah. Ikan yang tidak menarik yang kubeli kemarin dengan harga murah itu telah melahap habis lumur-lumut itu. Memang untuk itulah ikan itu kubeli, tetapi aku tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang luar biasa seperti ini.

Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri itu. Dia yang tidak menarik itu telah membuat sesuatu yang indah untukku pagi ini. Ikan sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan fisik yang dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi, Tuhan memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat membersihkan permukaan kaca yang begitu kotor menjadi bening kembali. Itulah yang membuat ikan sapu-sapu begitu dicari-cari oleh siapa saja yang ingin akuarium atau kolam ikannya terbebas dari lumut.

Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada Tuhan karena merasa aku tidak memiliki kelebihan dari segala sisi. Tuhan memakai ikan kecil itu untuk menyadarkan aku, "Kuciptakan dirimu bukan untuk hal yang tidak berguna. Kau ada di dunia ini karena kau berarti bagi-Ku, untuk melakukan hal-hal besar bagi-Ku!" Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih menatap ikan kecil yang tidak menarik itu. Aku seperti menatap diriku. Hari ini Tuhan memberikan aku pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, Tuhan tidak ingin aku semakin tenggelam dalam pencarian arti hidupku di dunia ini.


Aku berarti bagi-Nya, aku berharga bagi-Nya. Dalam pandangan mata aku memang tidak semenarik mereka yang ada di sekelilingku, tetapi ada hal istimewa yang Tuhan berikan padaku, dan aku yakin itu akan jadi berkat bagi banyak orang, karena Tuhan yang menganugerahkannya. Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku sudah menunjukkan waktu untuk segera berangkat ke kantor. Semangatku menapaki hari-hari ke depan kembali menyala. Kuucapkan syukur untuk semua pelajaran indah ini.

Terima kasih Tuhan! Terima kasih ikan sapu-sapu ku!

'Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu' Yes 55:8



Terjebak Di Rumah Duka

Setelah pulang kerja saya berencana untuk melayat ke rumah duka, papa temen saya meninggal. Sebelumnya saya berdoa pada Tuhan. Lalu saya parkir di gedung parkiran. Dan bertemu dengan temen saya, berbincang, mendoakan papanya dan keluarganya. Karena temen saya banyak tamu, saya mohon diri lebih cepat, paling tidak saya sudah berkunjung dan melihat temen saya tabah dan baik-baik saja.

Begitu saya kembali ke parkiran, saya membuka pintu mobil dengan alarm, ternyata baterei alarmnya soak, tidak bisa terbuka, saya coba membuka dengan kunci mobil, bisa tapi bunyi, saya coba masukan kunci ke starter, tidak bisa starter karena ke block alarm. Saya Doa lagi kepada Tuhan, Tuhan Yesus tolong saya. 

Sempet terpikir solusi di otak saya: tinggalkan mobil lalu pulang ke kos ambil alarm serep atau balik laginya besok jg gpp, tinggal bayar aja parkiran mobil disana, solusi lain saya pergi ke mana yang jual baterei alarm itu (tapi ga tau bentuknya karena alarmnya terkunci dgn baut yang sangat kecil) mo beli dimana juga ga tau, solusi lain saya telp asuransi mobil untuk jemput.

Sambil berpikir itu, saya trus berusaha memasukan kunci ke starter sambil alarmnya juga berbunyi terus karena saya membuka mobil dengan kunci saja. Tiba-tiba ada engko/bapak dari seberang mobil saya, dia keluar dari kantor rumah duka, saya sempet melihat isi kantor itu, kantor itu isinya meja dan tempat untuk memasak, jadi bukan kantor marketing/pusat, kantor pusat ada di lantai bawah lobby.

Engko itu bilang, kenapa? Saya jawab baterei alarm soak ga bisa kebuka pintu mobilnya bunyi jadinya, di starter ga bisa juga.

Engko itu bilang, sini aja duduk dulu, kita tuker aja batereinya dengan alarm mobil dia, kali baterei sama, buat buka pintu saja, lalu alarm engko itu dibuka tanpa baut bisa, alarm saya ada bautnya sangat kecil, tiba-tiba si engko panggil anak buahnya suruh ambil obeng untuk kacamata yang kecil, tak lama kemudian anak buahnya kembali membawa 1 obeng kecil di berikan ke engko, engko buka alarm saya ternyata pas obeng dengan bautnya. Batereinya pun sama ukuran dan jenisnya, baterei si engko di pasang di alarm saya, di pencet kebuka pintu mobil, saya disuruh langsung masukan kunci ke starter nyalakan mobil, kemudian baterei dibalikin lagi ke alarm si engko.

Saya berterima kasih pada si engko dan anak buahnya lalu pulang. Sampe kos, saya parkir mobil dan tidak mematikan mesin dulu, saya ke kamar ambil alarm serep, guna mengunci pintu pake alarm serep. Ternyata alarm serep nya baterei mati total.

Disini saya berdoa dan mengucap Syukur pada Tuhan, Tuhan menyayangi saya. Tuhan yang turun tangan membantu saya, saya benar-benar merasakan Hadirat Tuhan. 

Semua solusi yang ada di kepala saya meleset, siapa yang tau alarm serep saya batereinya mati total? Dan siapa yang bisa tebak obeng kecil untuk kacamata yang bisa membuka alarm mobil saya ada di rumah duka lantai 5? Di kantor operasional memasak? Dan siapa yang sangka, saya yang didatangi si engko itu, bukan saya mencari orang untuk membantu saya.

Luar biasa, Hadirat Tuhan benar-benar kerasa di hati dan jiwa saya. Tuhan menjawab doa saya, menolong saya, sayang pada saya dan Dia tunjukkan KuasaNya.

Dan saya tau itulah Cara Tuhan memberitahukan kepada saya bahwa baterei alarm mobil sudah waktunya di ganti juga serepnya. Kadang Cara Tuhan memberitahu kita adalah dengan peristiwa, seringkali yang tidak enak tetapi di dalam setiap peristiwa di dunia ini pasti ada Maksud Tuhan, Makna Tuhan ada Kemuliaan Tuhan untuk kita.

Note:
JalanNya bukanlah jalan kita, tapi JalanNya adalah Yang Terbaik.
CaraNya bukanlah cara kita, tapi CaraNya adalah Yang Terbaik





Unwanted Colosal Story - Review - Free Download


Pergi dan katakanlah pada para malaikat penjaga Surga, yang telah mengutusmu, supaya kamu memohonkan bagi mereka, “Kamulah yang harus mengajukan permohonan bagi manusia dan bukan manusia bagi kamu. Mengapa kamu meninggalkan tempat tinggi yang Kudus dan Kekal di Surga dan tidur dengan perempuan dan mencemarkan dirimu dengan anak-anak perempuan manusia dan mengambil istri bagimu sendiri, bertindak seperti anak-anak manusia di bumi dan memperanakkan para raksasa? 
Sementara kamu adalah roh, kudus, memiliki hidup yang kekal, kamu mencemarkan dirimu dengan perempuan dan memperanakkan anak-anak darah dan daging dan mengejar nafsu akan anak-anak manusia dan telah menghasilkan daging dan darah sebagaimana manusia yang akan mati dan hancur.  Oleh karena itulah Aku telah memberikan kepada mereka para istri supaya dapat mengandung dan melahirkan anak-anak bagi mereka, seperti yang terjadi di bumi. 
Kamu tadinya roh, menjalani hidup yang kekal tanpa kematian sepanjang seluruh generasi.  Oleh karena itu Aku tidak menetapkan bagimu istri-istri karena makhluk rohani bertempat kediaman di Surga. Dan sekarang para raksasa, yang telah diperanakkan dari roh dan daging, akan disebut roh-roh jahat di bumi dan tempat tinggal mereka akan ada di atas bumi. 
Roh-roh jahat akan keluar dari tubuh mereka karena mereka diciptakan dari atas, awal mula mereka berasal dari malaikat penjaga kudus, mereka akan menjadi roh-roh jahat diatas bumi dan akan disebut roh-roh jahat.  Tapi roh-roh yang ada di Surga memiliki tempat kediaman di Surga dan roh-roh yang ada di bumi, yang lahir di bumi, memiliki tempat kediaman di bumi. 
Dan roh-roh para raksasa akan menindas, menyerang, menghancurkan, berperang dan menyebabkan kerusakan di bumi dan melakukan kejahatan. Mereka tidak memakan apapun, tidak pula mereka menjadi haus dan mereka akan tidak kelihatan. Dan roh-roh ini akan bangkit melawan anak-anak manusia dan melawan perempuan karena dari pada merekalah roh-roh ini berasal. Pada hari-hari pembunuhan dan penghancuran.
Dan mengenai kematian para raksasa, ketika roh keluar dari tubuh mereka, daging mereka akan busuk tanpa penghakiman, demikian mereka akan dihancurkan sampai Hari Penghakiman Besaratas seluruh bumi telah genap atas para malaikat penjaga dan orang-orang fasik.
Dan sekarang bagi para malaikat penjaga yang telah mengutusmu untuk memohon bagi mereka, yang sebelumnya berada di Surga, katakanlah, “Kamu telah berada di Surga dan belum semua rahasia disingkapkan kepadamu dan kamu mengetahui hal-hal rahasia yang tidak berarti dan dalam kekerasan hatimu telah kamu perkenalkan kepada para perempuan dan melalui pengetahuan ini, perempuan dan laki-laki melakukan banyak kejahatan di bumi.” Katakanlah kepada mereka, Kamu tidak akan memiliki damai sejahtera!”